Kisah Syekh Shalih al-Ja'fary yang Ditegur oleh Imam al-Husain Ketika Berziarah

"Bagaimana mungkin kamu sibuk memikirkan dunia, sedangkan kamu berada di dekatku?" tegur Imam al-Husain kepada Syekh Shalih al-Ja'fary.

· 3 menit untuk membaca
Kisah Syekh Shalih al-Ja'fary yang Ditegur oleh Imam al-Husain Ketika Berziarah
Potret Syekh Shalih al-Ja'fary dalam suatu pengajian. source: alwafd.news

Zawaya.id–27 April 2022, Presiden Mesir, Abdul Fattah al-Sisi, meresmikan pembukaan kembali makam Sidna Husain r.a. (w. 61 H) setelah 2 tahun sempat ditutup karena pandemi dan renovasi makam. Peresmian itu tentu menjadi angin segar bagi mahasiswa dan masyarakat Mesir—pada umumnya. Sore hari, setelah peresmian, ratusan bahkan mungkin ribuan penduduk Mesir turut memadati area Masjid Sidna Husain r.a.

Fenomena Peziarah Sidna Husain

Ketika memasuki Masjid Sidna Husain r.a., kita akan merasakan nuansa yang berbeda dengan ketika memasuki Masjid al-Azhar. Di bawah kubah makam, suasana begitu ramai, tapi khusyuk. Ada peziarah, yang berdiri di tepi pagar makam dengan memegang erat pembatas makam, mengadukan kerinduan. Ada yang menyandarkan kepalanya di pagar, dengan tangan mengepal di keningnya, mengadukan gundahnya. Ada yang berdiri tegak, mengangkat tangan, seolah sedang menghormat kepada bendera. Ada yang menjulurkan tangan dengan mata terpejam seolah sedang mengemis.

Ada yang mencium tembok masjid seperti orang tua yang menemukan anaknya yang sempat hilang. Ada yang menangis terisak-isak seolah sedang menyesali dosa-dosanya. Ada yang berjajar, bersandar di setiap tembok yang mengelilinginya, dengan memutar tasbih, membaca wirid-wirid. Ada yang menabuh rebana, menyenandungkan selawat dengan begitu kencang seolah sedang di atas panggung. Ada yang bersorak ria, dengan melantunkan pujian, "Ya Waliyan Ni'am, Ya Sidnal Husain, Madad Madad". Bahkan, ada yang—menurut kisahnya—sampai melihat wujud mulia Sidna Husain r.a., seperti Syekh Shalih Al-Ja'fariy Al-Azhariy.

Pengalaman Syekh Shalih Al-Ja'fariy bersua langsung dengan Sidna al-Husain r.a.

Syekh Shalih Al-Ja'fariy Al-Azhariy (w. 1399 H.) merupakan salah satu dari sekian banyak Ulama al-Azhar yang begitu sering melihat Sidna Husain r.a. baik dalam keadaan bermimpi maupun terjaga.

Dalam kitabnya, "Qurratul Ain bi Madhi Sayyidina Al-Husain", Syekh Shalih menampilkan beberapa kisah para peziarah Sidna al-Husain r.a.termasuk kisah pengalaman “mistis”-nya sendiri.

Makam al-Imam al-Husain setelah direnovasi tahun 2022 M
Makam al-Imam al-Husain setelah direnovasi tahun 2022 M 

Dalam kitab itu Syekh Shalih mengisahkan, sebelum Syekh Shalih Al-Ja'fariy berangkat menunaikan ibadah haji tahun 1393 H, suatu hari, Syekh Shalih melihat Sidna al-Husain r.a. di makamnya. Karena itu, Syekh Shalih mengucap salam kepada Sidna al-Husain—tentu sebagai bentuk cintanya pada Sidna Husain. Kemudian Syekh Shalih bertanya,

"Tuanku, siapakah aku?" tanya Syekh Shalih Al-Ja'fariy.

" Al-Ja'fariy," jawab spontan Sidna al-Husain r.a.

Mendengar jawaban Sidna Husain r.a., Syekh Shalih Al-Ja'fariy memperkenalkan dirinya,

"Tuanku, sungguh aku termasuk keluargamu, dan keluargaku menyerupaimu," terangnya.

Mendengar jawaban Syekh Shalih Al-Ja'fariy itu, tak disangka Sidna al-Husain meninggikan suaranya seolah hendak menegaskan maksudnya,

"Sam, Ham, dan Yafits adalah keturunan Nabi Nuh. Aku mengenalnya dan mengenal keturunan mereka," jawab tegas Sidna Husain r.a.

Setelah berkata demikian, Sidna al-Husain r.a. kemudian menjelaskan secara detail tentang zuriah Nabi Nuh a.s. kepada Syekh Shalih Al-Ja'fariy hingga membuatnya paham dengan maksud penjelasan Sidna Husain r.a. tersebut yang seolah-olah mengatakan:

"Bagaimana mungkin aku tidak mengenal anak cucuku, sedangkan Allah menganugerahiku pengetahuan tentang zuriah Nabi Nuh As?"

Dalam kisahnya yang lain, suatu ketika, Syekh Shalih Al-Ja'fariy ziarah ke makam Sidna Husain r.a. Kebetulan, pada waktu itu, Dia sedang mempunyai hutang. Dalam keadaan gelisah, Syekh Shalih Al-Ja'fariy memasuki Makam Sidna Husain r.a. Esoknya, dalam keadaan marah, Sidna al-Husain r.a. datang dalam mimpi, menegur Syekh Shalih Al-Ja'fariy,

"Kemarin engkau menziarahiku, tetapi ada sesuatu (yang janggal) dalam dirimu. Bagaimana mungkin kamu sibuk memikirkan dunia, sedangkan kamu berada di dekatku? Jangan pikirkan apa-apa kecuali tentang surga, neraka, dan akhirat.”

Baca juga tulisan lain terkait tokoh dan artikel menarik lainnya dair Muhammad Maulana Ramdhan