Netiket: 10 Pedoman Inti untuk Menjadi Netizen yang Beradab

Interaksi via media sosial tak ubahnya seperti interaksi dalam dunia nyata. Ada adab-adab tertentu yang menjadi standar kepatutan yang wajib diindahkan oleh netizen.

· 2 menit untuk membaca
source: Instagram Zawayadotid
source: Instagram Zawayadotid

Teman-teman pernah menjumpai komentar asal nyamber di media sosial, nggak? Atau mungkin pernah mengamati hoax yang terus disebarkan? Kalau pernah, pasti rasanya menyebalkan sekali, ‘kan? Media sosial yang harusnya dimanfaatkan menjadi ladang kebaikan, seringnya justru menyuguhkan berbagai kegaduhan. Atau bahkan tanpa disadari, kitalah yang justru pernah menciptakan kegaduhan itu.

Berinteraksi dengan orang lain di dunia maya memang gampang-susah, ya. Kalau tidak hati-hati, sikap kita dalam bermedia sosial bisa menjadi bumerang tersendiri. Oleh karenanya, adab menjadi warganet pun harus diperhatikan. Nah, adab atau etika dalam berinternet ini, disebut dengan netiket. Apa saja adab-adabnya? Yuk, disimak baik-baik, ya.

1) Sadari Eksistensi Indvidu Lain

Kita sering kali lupa bahwa dunia maya tidak hanya berisi gambar dan data. Di dalamnya, ada manusia—layaknya kita—yang harus dijaga perasaannya. Meski mustahil kita bisa menjaga perasaan seluruh warganet yang ada di dunia maya, tapi, setidaknya kita berusaha untuk tidak menyakiti.

2) Terapkan Standar Kesopanan Umum

Standar perilaku sopan di dunia nyata, harus kita terapkan juga saat berinteraksi di dunia maya. Perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.

3) Ikuti Aturan yang Ada

Platform media sosial yang kita gunakan pasti memiliki ketentuan-ketentuan tersendiri. Sebagai warganet yang baik, kita harus sadar konteks dan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Setiap kali akan memutuskan untuk menggunakan suatu platform, jangan lupa baca-baca ketentuannya dulu, ya!

4) Hargai Waktu dan Kuota Orang Lain

Alangkah baiknya jika kita tidak merugikan orang lain dengan membuang-buang kuotanya untuk melihat unggahan tidak bermutu dari kita. Juga sebagai warganet yang bijak, hargai setiap konten yang diproduksi oleh orang lain. Jangan sekali-kali menghilangkan sumber utama, ya!

5) Unggah Konten yang Positif

Media sosial sudah seharusnya menjadi ladang kebaikan. Mari bahu-membahu menciptakan iklim media sosial yang baik, dengan cara mengunggah konten-konten yang bermanfaat. Selain itu, mengunggah konten yang positif di media sosial bisa jadi salah satu ajang menaikkan “daya tawar” teman-teman, lho! Siapa tahu, HRD tempat kita melamar kerja akan cek akun media sosial yang kita miliki.

6) Utamakan Validitas Konten

Sebelum memproduksi atau membagikan suatu konten, jangan lupa cek validitasnya, teman-teman. Kita memang perlu meluangkan waktu untuk cek berkali-kali, agar informasi atau konten yang kita bagikan terjamin mutunya.

7) Hindari Trolling dan Flaming Berlebihan

Trolling adalah melontarkan komentar yang kasar dan subversif pada unggahan orang lain. Sedangkan flaming adalah debat kusir yang panas dan cenderung provokatif. Perbedaan persepsi dan pendapat atas satu hal adalah sesuatu yang lumrah terjadi. Hadapi dengan mindful, ya. Tidak usah tergesa memakai amarah.

8) Hargai Privasi Orang Lain

Teman-teman bisa membayangkan betapa tidak nyamannya, jika kehidupan pribadi dan hal-hal privat kita diintai melalui media sosial, ‘kan? Oleh karena itu, hargai privasi orang lain dengan tidak berlebihan mencari tahu. Apa lagi sampai meretas akun milik orang lain. Jangan, ya, teman-teman. Itu keji sekali!

9) Jauhi Perbuatan Semena-mena

Kalau teman-teman adalah orang yang memiliki kuasa, hindari menggunakan kekuasaan tersebut untuk menjatuhkan orang lain di dunia maya. Jangan gunakan pengikut (followers) sebagai senjata untuk melemahkan orang lain, ya.

10) Jadilah Pribadi Pemaaf

Selayaknya interaksi di dunia nyata, interaksi di dunia maya pun pasti tidak luput dari kesalahan. Kalau kita salah, jangan sungkan minta maaf. Kalau kebetulan orang lain yang melakukan kesalahan, jangan ragu untuk belajar memaafkan. Bukan demi siapa-siapa, tapi demi diri sendiri yang lebih tenang. Jika hati damai, bermedia sosial pun terasa membahagiakan.

Bagaimana? Siap menjadi warganet yang lebih beradab? Yuk, bisa, yuk! Bagikan konten ini ke teman-teman yang lain, ya. Agar makin banyak yang sadar netiket. Supaya dunia maya yang kita singgahi juga terasa menyenangkan. Kalau suatu saat ingin membaca ulang konten ini, sila simpan agar tidak kebingungan 😊

Penulis: Hikmah Imroatul Afifah


(Diolah dari https://online.maryville.edu/online-bachelors-degrees/liberal-studies/digital-citizenship-and-netiquette-a-teachers-guide/)

Related Articles

Ilmu yang Bermanfaat, Rida Guru, dan Husnuzan Murid
· 2 menit untuk membaca
Tiga Komitmen yang Harus Dijaga di Bulan Suci Ramadan
· 2 menit untuk membaca
Syair Nasihat Rumi dalam Menyongsong Ramadan
· 3 menit untuk membaca
Tata Krama Berbicara Ala Ulama Al-Azhar
· 2 menit untuk membaca