Peluncuran Situs Web Resmi Grand Imam Al-Azhar; Terobosan Komprehensif Seputar Syekh Ahmed el-Tayeb

Pesan saya: idealnya, kita harus bangga karena bisa mengenal dan memiliki Syekh Ahmed el-Tayeb.

· 3 menit untuk membaca
Peluncuran Situs Web Resmi Grand Imam Al-Azhar; Terobosan Komprehensif Seputar Syekh Ahmed el-Tayeb

Zawaya.id–Al-Azhar Al-Syarif, kiblat ilmu-ilmu keislaman saat ini, telah merayakan hari ulang tahunnya yang ke-1082 pada hari Jumat, 7 Ramadan 1443 H/ 8 April 2022 M. Di hari istimewa tersebut, telah diresmikan sebuah situs resmi di internet. Situs tersebut bernama www.alimamaltayeb.com.

Situs ini menyajikan hal-hal seputar Imam Besar al-Azhar Al-Syarif, Ketua Dewan Sesepuh Muslim, Prof. DR. Ahmed el-Tayeb. Mulai dari biografi beliau, riwayat akademik, dan karier beliau—terhitung mulai dari bergabung dengan Institut Agama ‘Isna’ Al-Azhar, memperoleh gelar Doktoral dari Universitas Al-Azhar, hingga tahapan-tahapannya hingga menjabat sebagai Imam Akbar. Situs tersebut juga menawarkan buku-buku Syekh Ahmed el-Tayeb secara gratis untuk diunduh dan diperdengarkan kepada publik, sebagai bentuk pengabdiannya kepada manusia dan peradaban, khususnya umat Islam.

Tak lupa, selain itu, situs resmi Syekh Ahmed el-Tayeb ini menampilkan berbagai kunjungan eksternal Syekh Ahmed el-Tayeb di negara-negara di dunia; mulai dari kepentingan mereka bertemu dengan Syekh Ahmed el-Tayeb, hingga penyambutan-penyambutan eksklusif-internal yang dilakukan Syekh Ahmed el-Tayeb untuk para tamunya, terutama kunjungan yang berkaitan dengan presiden, pangeran, pejabat senior, dan tokoh terkemuka. Juga ucapan-ucapan agung Syekh Ahmed el-Tayeb dan berbagai episode program televisi dari beliau.

Tak kalah penting, situs ini menyoroti penghargaan dan kehormatan yang telah diterima oleh Syekh Ahmed el-Tayeb. Juga menyoroti hal-hal yang telah diucapkan oleh para sarjana-intelektual dan pangeran-pejabat tinggi tentang moderasi Syekh Ahmed el-Tayeb serta perannya dalam persoalan lokal, regional, dan global; Situs ini juga menyajikan gambar dan video yang komprehensif terkait konferensi-konferensi—yang telah diadakan oleh Al-Azhar Al-Syarif—di bawah naungan dan pengawasan langsung Imam Akbar Al-Azhar Al-Syarif, Prof. DR. Syekh Ahmed el-Tayeb, hafizahullah.

Keistimewaan Prof. DR. Syekh Ahmed el-Tayeb

Menurut saya, hal istimewa dari Syekh Ahmed el-Tayeb saat ini adalah upaya beliau untuk merevitalisasi hal-hal yang terlupakan oleh umat Islam. Padahal hal tersebut termasuk sesuatu yang berharga dalam tubuh khazanah keilmuan Islam dan bisa memperkaya keilmuan Islam itu sendiri. Salah satunya, beliau selalu mengingatkan kita bahwa teologi Islam sudah memiliki epistemologi yang “autentik”, yakni murni berasal dari Islam itu sendiri.

Epistemologi-epistemologi Islam autentik itu terdokumentasikan dengan baik dan rapi di dalam buku-bukunya, contohnya adalah konsep kausalitas dalam diskursus filsafat dan Ilmu Kalam. Kausalitas ini menjadi landasan primordial untuk konstruksi seluruh ilmu pengetahuan manusia dan manusia tidak akan pernah bisa lepas dari kausalitas. Pembahasan kausalitas ini dibahas dalam salah satu buku Syekh Ahmad el-Tayeb yang berjudul “Hadis Fi Al-‘Ilal Wa Al-Maqashid”.

Bagi saya, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Syekh Ahmed el-Tayeb adalah sang "raksasa" dalam diskursus Ilmu Kalam saat ini. Bagaimana tidak? Dalam dua puluh lima buku yang disajikan di dalam situs resmi www.alimamaltayeb.com, ada total sekitar lima sampai enam buku yang memuat pembahasan Ilmu kalam, atau minimal beririsan dengan pembahasan Ilmu Kalam.

Jika kita lihat dari rekam jejaknya pula, Syekh Ahmad el-Tayeb menempuh studinya mulai S1 hingga S3 di Program Studi Akidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo–juga sempat melakukan penelitian di Universitas Sorbonne, Paris, selama enam bulan. Setahun setelah penelitian itu, Syekh Ahmad el-Tayeb berhasil mendapatkan gelar ‘Profesor’.

Namun, sangat disayangkan, situs resmi Syekh Ahmad el-Tayeb tidak memasukkan bukunya yang berjudul ‘Mabahits Al-Wujud Wa Al-Mahiyah Min Kitab Al-Mawaqif’. Padahal buku tersebut termasuk buku yang sangat penting dalam memahami eksistensi dan esensi sesuatu, dalam diskursus Ilmu Kalam.

Dikutip dari Syekh Hasan Al-Syafi’i–seorang pengajar ­Mawaqif di salah satu ruwaq Masjid Al-Azhar–bahwa Syekh Ahmad Al-Thayyib tengah memiliki proyek terkait buku "Al-Mustashfa"-nya Imam Al-Ghazali. Syekh Ahmad el-Tayeb berusaha mengumpulkan seluruh manuskrip dari buku tersebut dengan tujuan untuk mencetaknya dengan versi cetakan terbaru, juga dilengkapi dengan tahkik dan anotasi langsung dari Syekh Ahmad el-Tayeb sendiri.

Adapun Posisi beliau di kancah global, dapat kita lihat salah satunya melalui Konferensi Global Persaudaraan Manusia yang dilaksanakan di Abu Dhabi pada 3-5 Oktober 2019. Syekh Ahmed el-Tayeb dalam konferensi tersebut menjadi salah satu (dari dua orang) penanda tangan dokumen tentang "Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Kehidupan Beragama" bersama pemimpin tertinggi gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus. Oleh karenanya, saya sematkan julukan "Bapak Perdamaian Dunia" untuk Syekh Ahmed el-Tayeb.

Pesan saya: idealnya, kita harus bangga karena bisa mengenal dan memiliki Syekh Ahmed el-Tayeb. Di samping karena banyak jasa dan pencapaian yang telah diulas di atas, juga karena sejatinya, Syekh Ahmed Al-Tayeb, adalah "Bapak Wafidin" bagi kita semua, para pelajar Al-Azhar. Semoga Allah selalu menjaganya dari mara bahaya dan memanjangkan umurnya. Amin.


Baca tulisan lainnya terkait Al-Azhar dan juga artikel menarik lainnya dari Hamzah Assad Abdul Jabar